Sabtu, 05 April 2014

Citizen Jurnalisme juga Kontributor Televisi

Citizen journalisme (jurnalisme warga) media televisi di Indonesia berkembang pesat sejak tahun 2011. Tengara kesana diperlihatkan dari bertambahnya media televisi yang menerima kiriman gambar video warga. Metro TV memiliki Wideshoot (sebelumnya Iwitness), Citizen 6 SCTV dan terbaru (2013) televisi Net dengan  progam Net 10.

Dalam progam tersebut, warga bisa mengirim gambar video berisi berita, kuliner, wisata, unik, langka, flora fauna, kerajinan, gaya hidup, kesehatan, pendidikan dan banyak lagi. Bahkan sejumlah televisi juga menerima berita video progam hiburan dan informasi, semisal tayangan CCTV di Trans7.

Nursalim dalam buku "Jurus Jitu Menjadi Kontributor Televisi" menyebutkan trend jurnalisme warga tersebut akan terus berkembang sesuai perkembangan media televisi, baik dalam jumlah (media) maupun progam televisi. Media televisi tak hanya sekedar mewadahi karya kiriman warga, tetapi juga menghargai dengan sejumlah rupiah.

Media televisi nasional, bahkan sanggup membayar 400 ribu rupiah per berita tayang. Namun paling umum berkisar antara 100 ribu hingga 300 ribu rupiah. Sebagian progam televisi bahkan juga menyediakan hadiah sejumlah gadget/ alat canggih komunikasi agar warga tertarik mengirim video berita ke media tersebut.

Jurnalistik memang tak lagi berbicara idealisme semata. Dalam media televisi, karya progam jurnalistik juga dinilai dari rating. Dimana rating tinggi, akan menarik pengiklan dan berarti itu mendatangkan keuntungan bagi media televisi. Meski banyak pertimbangan lainya, akan tetapi atas dasar itu pula, media televisi juga 'berebut' partisipasi pengiriman video warga.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan tayangan berita, media televisi tak segan-segan menyediakan anggaran untuk  menayangkan berita-berita dari daerah. Media bekerjasama dengan sejumlah jurnalis, yang disebut kontributor atau koresponden daerah. Media menerima jasa berita dari para kontibutor dengan membayar setiap berita tayang. Peluang ini menjanjikan bagi warga siapapun, yang ingin berpartisipasi aktif dalam media televisi. Bahkan bagi warga yang rajin mengirim berita, akan mendapatkan penghasilan tambahan uang jutaan rupiah setiap bulan .

Dalam buku "Jurus Jitu Menjadi Kontributor Televisi" Nursalim, Kontributor televisi sejak tahun 2003 itu membagikan pengalamanya menjadi citizen jurnalisme handal. Dari 19 tulisannya, Nursalim menulis 80 persen pengetahuan teknis praktis dan taktis dan hanya 20 persen teori menjadi kontributor televisi.

Isinya mengungkap lowongan menjadi kontributor televisi, mengungkap cara produktif mencari berita sepanjang tahun, cara pengambilan gambar video, menulis naskah, mengedit gambar video, mengirim gambar video dan lainya, agar menjadi citizen jurnalisme profesional di media televisi.

1 komentar:

  1. Perlukah bagi kontributor Wideshoot mendapatkan ID card biar lebih nyaman dalam meliput dan hunting news nanti lebih efektif??"

    BalasHapus